Meski sedih ayahanda Rohali Moh Sani tiada, Alya Rohali mengikhlaskan kepergian sang ayah. Banyaknya nilai kebaikan yang ditanam sang ayah, membuat Alya bangga.
"Bapak sudah sakit kanker kelenjar ludah 4,5 tahun, sudah sempat di operasi. Kemudian menyebar ke hati. Jadilah kanker liver. Beliau mengatakan, manusia harus berikhtiar, apapun hasilnya serahkan pada Tuhan. Jadi beliau nggak pernah mengeluh," ungkap Alya, usai pemakaman ayahnya, di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Alya yang masih terlihat dalam kesedihan berusaha tegar melepas kepergian ayahanda tercinta. Masih dengan suara yang terbata-bata, mantan None Jakarta dan Putri Indonesia ini kembali bercerita.
"Sebelum meninggal, sejak pagi kita semua berkumpul dan mengaji agar didengar beliau. Alhamdulillah beliau meninggal dengan tenang, bahkan ujung kakinya masih berasa hangat. Mudah-mudahan dengan sakitnya bisa menebus dosa beliau," tuturnya sambil menyeka air mata.
Tak ingin larut dalam kedukaan, Alya akhirnya menjelaskan kepergian sang ayah justru membuat semakin sadar akan nilai kebaikan.
"Yang pasti dari segi agama beliau menekankan kejujuran. Bersyukurnya juga pada saat prakoma, beliau masih melakukan shalat dengan tayamum. Hikmahnya, ya jangan sampai kita yang diberi kesehatan tidak menjalankan kewajiban," paparnya.
"Yang pasti ayah sudah merasa tenang karena beliau melalui Yayasan Amal Bakti Pancasila sudah berhasil membangun 999 masjid," tambahnya.
Sumber : Inilah








0 komentar:
Posting Komentar