"Balibo" Diusahakan Bisa Diputar 10 Desember Nanti

Menyusul adanya pelarangan pemutaran film Balibo di ajang Jakarta International Film Festival (JIFFest) 2009, tak menyurutkan langkah pihak penyelenggara untuk terus mengupayakan film arahan sutradara Robert Connolly tersebut diputar di hadapan publik Tanah Air.

"Kita masih mengusahakan film itu untuk diputar di JIFFest, ya setidaknya untuk tanggal 10 Desember nanti," ujar Nauval Yazid, Festival Manager JIFFest 2009.

Dikatakannya, harapan tersebut telah disampaikan secara lisan kepada pihak Lembaga Sensor Film (LSF). "Sejauh ini memang belum ada respons. Tapi masih akan ada diskusi dan pertemuan dengan pihak LSF mengenai hal ini. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan akan ada kabar," terangnya.

Film yang bercerita tentang hilangnya lima wartawan Australia saat meliput konflik bersenjata di Timor Timur pada tahun 1975 itu diputar di ajang JIFFest. Pelarangan itu disampaikan secara lisan kepada Direktur JIFFest 2009 Lalu Roisamri.

Dikatakan Nauval, munculnya pelarangan film di JIFFest bukan pertama kalinya terjadi. Pada penyelenggaraan JIFFest tahun 2006, ada 5 buah film yang juga kena cekal. Tiga di antaranya adalah film ber-setting Timor Timur (sekarang Timor Leste), yakni Passabe garapan sutradara James Long dan Lynn Lee, film pendek animasi Timor Loro Sae, dan Tales of Crocodiles (Jan van den Berg).

Sementara dua lainnya adalah Black Road garapan sutradara Willian Nessen dan Promised Paradise (Leonard Retel Helmrich). Keduanya berlatar belakang kisah di Bumi Serambi Mekkah.

Sumber : Kompas

0 komentar:

Posting Komentar