Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampak mantap memberikan sambutan di podium. Baik dalam acara kenegaraan, acara-acara internasional, bahkan jumpa pers pun SBY tampak lancar memberikan orasi, dan tentunya disertai dengan gerakan tangan yang meyakinkan.
Tapi publik mungkin belum banyak yang tahu, sebenarnya Presiden SBY sedang membaca teks dalam pidato itu. Kenapa tak terlihat seperti membaca, Karena Presiden memakai alat canggih bernama teleprompter.
Teleprompter yang dipakai oleh SBY saat memberikan pidato diletakkan di sisi kanan dan kiri SBY. Karena berbentuk kaca transparan (mirror) tipis, orang tidak menduga kalau alat itu adalah pemandu Presiden saat berpidato. Sudah tidak bisa dihitung lagi berapa kali SBY menggunakan teleprompter.
Teleprompter memang membuat penggunanya terlihat pintar di mata audiens. Saat membuka Muktamar NU di Makassar, 23 Maret lalu, para nahdliyin banyak memuji SBY yang berpidato terlihat tanpa teks.
Kebiasaan SBY juga diikuti oleh mantan Ketua Umum PDIP yang kini sedang menanti untuk menjadi ketua umum PDIP untuk ke sekian kalinya, Megawati Soekarnoputri. Dalam sambutannya di pembukaan Kongres PDIP di Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, putri Bung Karno juga menggunakan alat modern itu.
Dalam menggunakan teleprompter, Mega memang tampak masih kaku. Beda dengan SBY yang sudah terbiasa memakainya, Mega lebih banyak membaca teks di bagian kanan, meski sedikit-sedikit melirik teks yang tertulis di mirror bagian kiri. Tapi bukannya terus membaca teks, kadang Mega juga berimprovisasi, termasuk saat menangis kala menyampaikan terimakasih kepada para kadernya yang loyal.
Meski baru pertama kali memakai teleprompter, tapi menurut Effendi, Mega mampu mengatur suasana, tidak melulu diatur oleh alat canggih itu. "Yang lain teleprompter yang ngatur, tapi kalau Ibu Mega yang ngatur teleprompter," canda Effendi.
Tak cuma Mega saja yang juga mulai memakai teleprompter. Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie pun pernah menjajalnya saat memberikan sikap resmi Partai Golkar soal Pansus Angket Bank Century pada 5 Maret.
Sebenarnya memakai teleprompter tak selalu menghasilkan penampilan yang oke. Namanya juga teknologi pasti ada plus minusnya. Saat Presiden SBY memberikan sambutan di Gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu, teleprompter yang dipakai SBY bermasalah. SBY pun akhirnya menghentikan sambutannya sementara. Setelah teleprompter diperbaiki, sambutan dilanjutkan.
Teleprompter model terbaru dipakai SBY sejak musim Pilpres 2009 lalu. Alat ini biasanya dioperasikan oleh para staf Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan. Cukup butuh waktu 15 menit untuk memasang alat ini untuk bisa digunakan si pemakai. Tinggal alat teleprompter disambungkan ke monitor dan laptop, alat ini siap dipakai, tentunya dipandu oleh operator yang mengatur jalannya teks yang hendak dibaca.
Sumber >> http://wagiah.blogspot.com








0 komentar:
Posting Komentar